License

Selamat membaca catatan ini, semoga dapat bermanfaat buat anda para pembaca.

Metode Amenorea Laktasi (MAL)

Sabtu, 26 Mei 2012
0 komentar



Metode Amenorea Laktasi (MAL) adalah kontrasepsi yang mengandalkan pemberian Air Susu Ibu (ASI). Cara kerja MAL yaitu dengan penundaan atau penekanan ovulasi. MAL dapat digunakan sebagai metode kontrasepsi dengan syarat :
  • Ibu belum medapatkan haid kembali pasca persalinan.
  • Umur bayi kurang dari 6 bulan.
  • Ibu menyusui bayi secara penuh (full breast feeding). Ibu hanya memberikan ASI saja  tanpa pemberian susu formula (ASI eksklusif).
MAL sangat efektif digunakan sampai bayi berumur 6 bulan. Setelah bayi berumur lebih dari 6 bulan, maka metode ini kurang efektif lagi, sehingga harus dilanjutkan dengan memakai metode kontrasepsi lainnya.

Metode Amenorea Laktasi mempunyai berbagai macam keuntungan, antara lain :
A. Keuntungan Bagi Ibu :  
  1. Mengurangi perdarahan pasca persalinan.
  2. Mengurangi risiko terjadinya anemia.
  3. Meningkatkan hubungan psikologi antara ibu dan bayi.
B. Keuntungan Bagi Bayi :
  1. Mendapatkan antibodi perlindungan melalui ASI (kekebalan pasif).
  2. Merupakan sumber asupan gizi yang terbaik dan sempurna untuk pertumbuhan dan perkembangan secara optimal.
  3. Tidak terkontaminasi oleh air, susu formula, maupun peralatan minum yang tidak higienis.
C. Keuntungan Kontrasepsi :
  1. Efektivitas metode kontrasepsi ini lumayan tinggi (keberhasilan mencapai 98% pada 6 bulan pasca persalinan).
  2. Tidak mengganggu senggama.
  3. Tidak ada efek samping secara sitemik.
  4. Tidak memerlukan pengawasan secara medis.
  5. Tidak perlu minum obat atau menggunakan alat.
  6. Tanpa biaya.

Metode Amenorea Laktasi mempunya berbagai macam keterbatasan, antara lain :
  1. Memerlukan persiapan sejak perawatan kehamilan, agar segera menyusui dalam waktu 30 menit pasca persalinan.
  2. Terkadang sulit dilaksanakan karena kondisi sosial. Misalnya : banyak terjadi di masyarakat yang melarang pemberian ASI sedini mungkin, karena ASI yang keluar pertama kali terlihat berwarna coklat kekuningan (kolostrum).
  3. Efektivitas tinggi hanya sampai kembalinya haid yang pertama pasca persalinan atau sampai bayi berusia 6 bulan.
  4. Tidak melindungi terhadap IMS (Infeksi Menular Seksual), HBV (Virus Hepatitis B), maupun HIV/AIDS.

Ibu yang dapat menggunakan MAL yaitu Ibu yang menyusui secara eksklusif, bayinya berumur kurang dari 6 bulan, dan belum mendapatkan haid yang pertama setelah masa nifas.

Ibu yang tidak dapat menggunakan MAL yaitu :
  • Ibu yang sudah mendapat haid pasca persalinan.
  • Tidak menyusui bayinya secara eksklusif.
  • Bayi berumur lebih dari 6 bulan.
  • Ibu bekerja dan terpisah dari bayi lebih lama dari 6 jam.

Hal yang harus dimengerti oleh ibu saat menggunakan MAL sebagai kontrasepsi, antara lain :
  1. Ibu harus sering memberikan ASI kepada bayinya. Bayi disusui secara on demand (menurut kebutuhan bayi). Biarkan bayi menghisap sampai dia sendiri yang melepaskan hisapannya.
  2. Tetap menyusui bayi meski pada waktu malam hari, karena menyusui pada waktu malam dapat membantu mempertahankan kecukupan persediaan ASI.
  3. Tetap menyusui bayi meski ibu atau bayi dalam keadaan sakit.
  4. ASI dapat disimpan di lemari pendingin.
  5. Bayi tidak membutuhkan makanan pendamping ASI sampai dengan umur 6 bulan. Jadi bayi hanya membutuhkan ASI saja.
  6. Jika ibu menggantikan ASI dengan minuman atau makanan lain, maka bayi akan menghisap kurang sering, dan akibatnya menyusui tidak lagi efektif sebagai metode kontrasepsi.
  7. Apabila ibu mulai mendapat haid lagi, hal ini merupakan tanda kembalinya kesuburan, sehingga ibu harus segera menggunakan metode kontrasepsi yang lain.

Menurut catatan dari konsensus Bellagio (1988), untuk mencapai keefektifan 98% dengan MAL yaitu dengan cara :
  • Ibu harus menyusui secara penuh atau hampir penuh (hanya sesekali diberi 1-2 teguk air/minuman pada acara adat/keagamaan).
  • Perdarahan sebelum 56 hari pasca persalinan dapat diabaikan (belum dianggap haid).
  • Bayi menghisap secara langsung dari payudara.
  • Menyusui dimulai dari setengah sampai satu jam setelah bayi lahir.
  • Kolostrum diberikan kepada bayi.
  • Pola menyusui on demand dan dari kedua payudara.
  • Sering menyusui selama 24 jam termasuk pada waktu malam hari.
  • Hindari jarak menyusu lebih dari 4 jam.
Baca selengkapnya »

Langkah-langkah Mencuci Tangan

Senin, 30 April 2012
0 komentar
Langkah-langkah Mencuci Tangan

1. Lepaskan semua perhiasan yang dipakai (cincin, gelang, dan jam tangan) dan gulung lengan baju sampai diatas siku.

2. Tahanlah kedua belah tangan mengarah ke atas, dengan posisi tangan di atas siku. Basahi kedua belah tangan sampai siku. Kita bisa menggunakan sabun dan sikat lembut atau spon.

3. Mulailah menyabun dari ujung jari sampai siku. Kemudian sikat dengan sikat lembut atau spon sampai berbusa sekurang-kurangnya selama 2 menit. Gunakanlah gerakan sirkular (gerakan memutar) saat menyikatnya. Cucilah seluruh jari anda seperti gambar di atas. Kemudian cucilah mulai dari ujung jari menuju ke siku pada satu tangan dan ulangi untuk tangan berikutnya.

4. Bilaslah setiap tangan dan lengan secara terpisah, dengan ujung jari terlebih dahulu kemudian menuju ke siku. Tahanlah kedua tangan mengarah ke atas sebatas siku. Sehingga posisi tangan lebih tinggi dari siku. Jangan biarkan air bilasan mengalir ke area bersih.

5. Seluruh permukaan kedua tangan dicuci dengan menggunakan air yang mengalir.

6. Gunakan bahan antiseptik dan gosoklah seluruh permukaan kedua belah tangan, jari, dan lengan bawah selama sekurang-kurangnya 2 menit.

7. Ulangi langkah no.4

8. Gunakan handuk kain bersih atau steril yang terpisah untuk mengelap setiap tangan. Keringkan mulai dari ujung jari sampai siku.

Baca selengkapnya »

Perdarahan Pervaginam Pada Ibu Hamil Muda

Selasa, 28 Februari 2012
0 komentar

Perdarahan pervaginam pada ibu hamil muda harus dievaluasi dengan seksama. Darah yang keluar melalui vagina merupakan perdarahan atau spotting. Spotting disebut juga flek, yaitu perdarahan ringan yang biasa terjadi pada saat kehamilan terutama trimester 1 (usia kehamilan 0 - 12 minggu). Sebagian wanita mengalami flek kecoklatan dan ini merupakan hal yang normal pada kehamilan. Namun, hal ini harus dipastikan tidak ada komplikasi yang bersifat patologis. Flek darah dianggap normal jika terjadi pada trimester 1, darah yang keluar merupakan bercak dalam jumlah sedikit, tidak mengotori celana dalam, tidak berlangsung lama (kurang dari 1 hari), dan tidak disertai gejala lain. Namun, Flek menjadi berbahaya jika diikuti gejala lain yang patologis seperti nyeri perut, demam, lemas, pingsan, bahkan darah yang keluar berupa gumpalan atau jaringan, kemudian diikuti perdarahan selanjutnya (perdarahan hebat).

Penyebab Keluarnya Darah Pervaginam
Penyebab perdarahan pervaginam yang tidak berbahaya pada ibu hamil trimester 1, antara lain :
  1. Melekatnya sel telur yang telah dibuahi ke dinding rahim. Hal ini merupakan hal yang normal terjadi pada masa kehamilan dan biasanya jumlah darah yang keluar sangat sedikit.
  2. Tejadinya perubahan hormonal tubuh pada masa kehamilan. Jumlah darah yang keluar sangat sedikit dan biasanya terjadi pada minggu awal kehamilan. Namun, pada sebagian wanita perdarahan ini ada yang menetap sampai akhir kehamilan.
Penyebab perdarahan pervaginam yang berbahaya pada ibu hamil trimester 1, antara lain :
  1. Abortus / keguguran : keluarnya hasil konsepsi (pertemuan sel telur dan sel sperma) sebelum janin dapat hidup di luar kandungan. Perdarahan pervaginam yang terjadi biasanya disertai nyeri perut.
  2. Blighted ovum : suatu kehamilan yang tidak berkembang sempurna, yaitu hanya tumbuh kantung janin saja tanpa ada tanda - tanda pertumbuhan janin didalamnya.
  3. Kehamilan Ektopik : Kehamilan yang terjadi di luar rahim. Gejala pada umumnya yaitu perdarahan dan nyeri perut hebat.
  4. Mola hidatidosa / Hamil anggur : Kehamilan yang tidak terdapat janin di dalamnya, melainkan hanya gelembung - gelembung yang berisi darah, berwarna merah keunguan.


Baca selengkapnya »

OBAT

Sabtu, 10 September 2011
2 komentar

Definisi Obat :
Obat ialah suatu bahan atau paduan bahan - bahan yang dimaksudkan untuk digunakan dalam menetapkan diagnosis, mencegah, mengurangkan, menghilangkan, menyembuhkan penyakit, atau gejala penyakit, luka atau kelainan badaniah dan rohaniah pada manusia atau hewan dan untuk memperelok atau memperindah badan atau bagian badan manusia.
(Kep. MenKes RI No. 193/Kab/B.VII//71).

Kategori Obat :
1. Obat Daftar W.
  1. Obat Bebas.
    Obat bebas adalah obat yang boleh digunakan tanpa resep dokter. Obat bebas biasanya dapat dibeli secara bebas di apotek tanpa resep dokter bahkan biasanya dijual di warung. Obat bebas biasanya digunakan untuk mengobati gejala penyakit yang ringan. Contoh : vitamin, multivitamin, oralit. Meski disebut obat bebas, namun penggunaannya harus tetap hati - hati sesuai aturan pakainya. Karena bagaimanapun juga, obat mempunyai kandungan racun yang berbahaya bagi tubuh. Obat bebas ditandai dengan lingkaran hijau bergaris tepi hitam.
  2. Obat Bebas Terbatas.
    Obat bebas terbatas adalah obat - obatan yang dalam jumlah tertentu dapat dibeli secara bebas di apotek tanpa menggunakan resep dokter. Meski dijual bebas, namun efek samping dan aturan pemakaiannya tetap harus diperhatikan. Dalam penggunannya juga harus sesuai dangan indikasi yang telah tertulis pada kemasan. Contoh : Obat anti flu, Obat anti mabuk.
    Pemakaian obat bebas terbatas ini harus segera dihentikan ketika kondisi penyakit semakin serius, dan sebaiknya langsung melakukan ke dokter. Obat bebas terbatas ditandai dengan lingkaran biru bergaris tepi hitam.

    Pada kemasan Obat bebas terbatas bisanya tertera peringatan yang bertanda kotak kecil berdasar warna gelap atau kotak putih bergaris tepi hitam, dengan tulisan sebagai berikut :



    P.No. 1: Awas! Obat keras. Bacalah aturan pakainya. (Contoh : Benadryl tablet : Difenhidramin tablet, maksimum 10 tablet @ 50mg).
    P.No  2: Awas! Obat keras. Hanya untuk kumur. Jangan ditelan. (Contoh : Gargarisma Kan).
    P.No. 3: Awas! Obat keras. Hanya untuk bagian luar dari badan. (Contoh : Obat luka : Jodium tinctuur, Mercurochroom).
    P.No. 4: Awas! Obat keras. Hanya untuk dibakar. (Contoh : Asma sigaret).
    P.No. 5: Awas! Obat keras. Tidak boleh ditelan. (Contoh : Sulfanilamid puyer steril 5g).
    P.No. 6: Awas! Obat keras. Obat wasir, jangan ditelan. (Contoh : Suppositoria antihemoroid).

    Dalam menggunakan Obat Bebas dan Obat Bebas Terbatas sebaiknya kita tetap melihat pencantuman nomor registrasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan atau Departemen Kesehatan. Selain itu perlu juga diperhatikan :
  • Kondisi obat apakah masih baik atau sudah rusak.
  • Perhatikan tanggal kadaluarsa (masa berlaku) obat.
  • Membaca dan mengikuti keterangan atau informasi yang tercantum pada kemasan obat atau pada brosur/selebaran yang menyertai obat yang berisi tentang Indikasi (merupakan petunjuk kegunaan obat dalam pengobatan).
  • Kontra-indikasi (yaitu petunjuk penggunaan obat yang tidak diperbolehkan).
  • Efek samping (yaitu efek yang timbul, yang bukan efek yang diinginkan).
  • Dosis obat (takaran pemakaian obat).
  • Cara penyimpanan obat.
  • Informasi tentang interaksi obat dengan obat lain yang digunakan dan dengan makanan yang dimakan.pemeriksaan.eli dengan resep dokter akan diberi etiket dengan warna putih.
2. Obat Daftar G
Merupakan Obat Keras (obat daftar G = gevaarlijk = berbahaya). Obat Keras adalah obat beracun yang mempunyai khasiat mengobati, menguatkan, dan mendesinfeksikan tubuh manusia, yang hanya bisa diserahkan dengan menggunakan resep dokter. Contoh : Antibiotik (Penisilin, Tetrasiklin), Obat yang mengandung hormon (obat kencing manis). Obat Keras ini apabila digunakan sembarangan akan sangat berbahaya, karena dapat meracuni tubuh, memperparah penyakit, bahkan menyebabkan mematikan. Obat Keras ditandai dengan lingkaran merah bergaris tepi hitam dan terdapat tulisan huruf K di dalamnya.

3. Obat Daftar O (Narkotika)
Obat Daftar O merupakan obat yang diberikan kepada pasien harus dengan resep dokter dan lengkap dengan tanda tangan dokter. Obat ini tidak dijual bebas. Obat Daftar O tidak boleh diberikan secara berulang tanpa resep dokter.  
Narkotika. Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan, yang dibedakan kedalam golongan-golongan. Pengaruh tersebut berupa pembiusan, hilangnya rasa sakit, rangsangan semangat , halusinasi atau timbulnya khayalan-khayalan yang menyebabkan efek ketergantungan bagi pemakainya. Contoh : Opiod, Kokain, Cannabis

Obat Daftar O biasanya di apotek akan disimpan dalam lemari khusus dan terkunci rapat. 

4. Obat Psikotropika.
Psikotropika adalah zat atau obat baik alamiah maupun sintesis bukan narkotika yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku. zat atau obat ini dapat menurunkan aktivitas otak atau merangsang susunan syaraf pusat dan menimbulkan kelainan perilaku, disertai dengan timbulnya halusinasi (mengkhayal), ilusi, gangguan cara berpikir, perubahan alam perasaan dan dapat menyebabkan ketergantungan serta mempunyai efek stimulasi (merangsang) bagi para pemakainya. Contoh : Ecstasy, Sabu - sabu.

Obat - obat yang termasuk bahan psikotropika dilengkapi dengan peraturan khusus berupa larangan - larangan tertentu yang ditetapkan oleh Mentri Kesehatan. 

Obat Menurut Cara Pemberiannya :
  1. Obat Dalam. Obat yang diberikan melalui mulut atau oral. Bila obat ini dibeli dengan resep dokter akan diberi etiket dengan warna putih.
  1. Obat Luar. Obat yang diberikan selain melalui mulut atau oral, seperti melalui kulit, injeksi, mata telinga, hidung, vagina, dan anus. Bila obat ini dibeli dengan resep dokter akan diberi etiket dengan warna biru. 
 Macam - Macam Pemberian Obat :
  1. Pemberian Obat Melalui Oral. Obat ini diberikan melalui mulut, lalu masuk ke kerongkongan, selanjutnya masuk ke saluran gastrointestinal.
  1. Pemberian Obat Secara Parenteral.
    • I.C. (Intrakutan)
    • I.V. (Intravena)
    • I.M. (Intramuscular)
    • I.P. (Intraperitonial)
    • S.C. (Subcutan)
    • Intrathecal
    • Intra arterial
    • Intrakardiak
  1. Pemberian Obat Secara Inhalasi. Melalui pulmo / endotel alveoli dengan cara dihirup melalui mulut dan hidung.
  1. Pemberian Obat Melalui Membran Mukosa.
    • Telinga : tetes
    • Hidung : Uap, Cairan (tetes dan semprot)
    • Vagina
    • Anus
  1. Pemberian Obat Melalui Kulit
Baca selengkapnya »

Toilet training

Sabtu, 23 Juli 2011
0 komentar

Toilet training merupakan suatu latihan untuk menggunakan fungsi kamar mandi sebagai tempat buang air. Kita dapat mengajarkan toilet training untuk si buah hati ketika usianya menginjak 2 sampai 3 tahun. Namun perlu diketahui bahwa masing - masing anak mempunyai kemampuan yang berbeda untuk berhasil dalam melakukan toilet training. Jadi sebaiknya kita lebih bijaksana dalam menyikapi hal ini. Karena setiap anak mempunyai kemampuan dan karakteristik yang berbeda. Jadi jangan merasa berkecil hati ketika anda mendengar anak tetangga yang berusia 2 tahun sudah berhasil melakukan toilet training, sedangkan anak anda berusia 3 tahun masih gagal melakukan toilet training.

Dalam memulai mengajarkan toilet training buat si kecil, anda harus mempunyai tekad yang kuat dan berusaha untuk disiplin. Karena jika tidak disiplin, maka toilet training tidak akan berjalan. Anda juga harus berkomitmen dengan suami agar berdisiplin dan mengingatkan anda ketika anda lupa mengajarkan toilet training.

Mulailah mengajari toilet training untuk si kecil pada waktu yang tepat dan jangan terburu - buru. Karena angka keberhasilannya akan sangat minim. Sebagai contoh : ketika anak pertama anda berusia 2,5 tahun dan saat itu anda sedang hamil 3 bulan. Maka masih ada waktu untuk mengajari anak anda untuk melakukan toilet training sebelum kelahiran anak ke 2. Jangan mengajari toilet training pada waktu yang tidak tepat, seperti seminggu menjelang kelahiran anak ke 2.

Dalam melaksanakan toilet training sebaiknya jangan terlalu memaksa si kecil. Saat anda mengajari toilet training jangan pernah memberikan hukuman kepada si kecil ketika gagal dan buang air sembarangan. Karena bisa jadi si kecil akan merasa trauma. Bujuklah si kecil secara lembut, dan ajari dia dengan kesabaran. Berikan pengertian kepada si kecil bahwa fungsi kamar mandi adalah untuk buang air. Anda juga bisa menaruh mainan saat si kecil sedang di kamar mandi. Anda juga dapat membelikannya baby potty (pispot bayi) dengan warna dan corak yang lucu untuk menarik minat si buah hati.


Jika sesekali si kecil mengompol setelah anda mengajarkan toilet training, hal itu lumrah dan biasa terjadi. Karena si kecil masih belum mampu mengontrol kandung kemihnya. Berbeda dengan orang dewasa yang sudah mampu menahan kencing.

Tips - Tips Mengajarkan Toilet Training :
  1. Berikan pengertian kepada si kecil tentang fungsi kamar mandi untuk buang air.
  2. Disiplin mengajari anak dalam melakukan toilet training.
  3. Pada waktu pagi, siang, dan sore hari ajak anak anda buang air kecil ke kamar mandi setiap 45 menit sekali. Jika pipis belum keluar anda bisa siram - siram kemaluannya dengan air. Kemudian ajari dia mengejan sambil bersuara “pisssss.....”
  4. Senantiasa ingatkan si kecil, agar memberitahu anda ketika ingin buang air. Berikan pengertian bahwa buang air tidak boleh ditahan.
  5. Ketika si kecil mengompol jangan anda marahi. Namun berikan pengertian bahwa pipis sembarang itu tidak baik.
  6. Bila si kecil berhasil buang air di kamar mandi, segera berikan pujian padanya dan berikan ciuman agar anak anda merasa dihargai.
  7. Sebelum tidur malam hari ajaklah si kecil buang air ke kamar mandi. Dan pada waktu tengah malam bangunkan dia dan bujuklah untuk buang air di kamar mandi. Jika anak anda menangis dan tidak mau, anda dapat menggendongnya ke kamar mandi. Jika anda rutin melakukan hal ini, maka si kecil akan terbiasa bangun tengah malam untuk buang air.
  8. Jangan lupa tiap habis buang air, segera keringkan si kecil dengan handuk. Kemudian gosok dengan minyak kayu putih pada bagian perut, punggung, kaki, dan telapak kaki si kecil. Jagalah si kecil agar tetap hangat dan tidak kedinginan.
  9. Ketika anda sedang dalam perjalanan dan membawa si kecil, ajakalah dia ke toilet umum untuk buang air.
Selamat mencoba tips ini...semoga berhasil...dan segera ucapkan selamat tinggal pada diapers...  ^_^
Baca selengkapnya »

Tanda Bahaya Kehamilan

Kamis, 26 Mei 2011
0 komentar
 
Tanda bahaya kehamilan adalah gejala yang menunjukkan bahwa ibu dan bayi dalam keadaan bahaya. Terjadinya tanda bahaya kehamilan biasanya tidak dapat diperkirakan sebelumnya. Jika tanda bahaya kehamilan ini muncul, maka ibu hamil harus segera di bawa ke tenaga kesehatan untuk mendapatkan pertolongan. Dengan pertolongan secara tepat oleh tenaga kesehatan, diharapkan dapat menyelamatkan ibu dan janin yang di kandungnya. Untuk itu pada waktu pemeriksaan kehamilan (Ante Natal Care) sudah seharusnya tenaga kesehatan memberikan konseling mengenai tanda - tanda bahaya dalam kehamilan. Dengan harapan, agar ibu hamil mengerti dan mengenali tanda - tanda bahaya kehamilan. Sehingga ketika ibu hamil mengalami tanda bahaya kehamilan, ibu dapat mengenali tanda bahaya tersebut, dan akan segera tanggap untuk mendapatkan pertolongan oleh tenaga kesehatan.

Tanda - Tanda Bahaya Kehamilan, antara lain :

  1. Berat badan ibu hamil tidak naik. Selama kehamilan biasanya berat badan ibu akan nail sebanyak 9 - 12 kg. Kenaikan berat badan ibu hamil biasanya mulai terlihat pada usia kehamilan 4 bulan. Bertambahnya berat badan ibu hamil disebabkan oleh pertumbuhan janin dan bertambahnya jaringan tubuh ibu. Namun, jika berat badan ibu tidak kunjung naik setelah kehamilan 4 bulan atau berat badan ibu kurang dari 45 kg pada usia kehamilan akhir 6 bulan maka pertumbuhan janin kemungkinan terganggu.
  1. Ibu tidak mau makan dan muntah terus menerus. Pada umumnya ibu hamil akan mengalami mual dan muntah pada usia kehamilan 3 bulan pertama. Hal ini dapat terjadi karena perubahan tubuh secara hormonal, yang menyebabkan berkurangnya nafsu makan pada ibu hamil. Pada masa ini, ibu hamil dianjurkan untuk tetap mengkonsumsi makanan dalam jumlah sedikit namun sering. Dengan harapan bahwa ibu hamil tetap mendapatkan nutrisi yang seimbang. Namun, jika ibu hamil tetap tidak mau makan dan muntah secara terus menerus sampai ibu lemah dan tidak dapat bangun, maka keadaan ini akan membahayakan bagi ibu dan janinnya.
  1. Demam Tinggi. Demam tinggi biasanya merupakan tanda terjadinya infeksi atau malaria. Demam tinggi dapat membahayakan keselamatan ibu dan janin, karena dapat menyebabkan keguguran atau kelahiran kurang bulan.
  1. Bengkak di kaki, tangan, dan wajah, disertai sakit kepala dan kejang. Pada usia kehamilan di atas 6 bulan, ibu hamil dapat mengalami sedikit bengkak di bagian tungkai kaki mungkin masih normal. Biasanya bengkak akan hilang ketika ibu beristirahat dan menaruh kaki lebih tinggi dari posisi kepala. Namun jika bengkak sudah sampai pada tangan dan wajah, tidak hilang setelah ibu beristirahat dan disertai keluhan fisik yang lain, hal ini merupakan masalah yang serius. Biasanya merupakan tanda dari anemia, gangguan fungsi ginjal, dan gagal jantung. Gejala anemia dapat muncul dengan adanya bengkak / oedema. Biasanya penurunan kekentalan darah pada penderita anemia disebabkan oleh berkurangnya kadar hemoglobin(Hb). Hemoglobin berfungsi sebagai pengangkut oksigen dalam darah. Kadar Hb yang rendah pada darah, biasanya kandungan cairannya lebih tinggi dibandingkan sel - sel darah merahnya. Dan jika bengkak di tangan dan wajah disertai sakit kepala dan meningkatnya tekanan darah, maka perlu diwaspadai. Karena hal ini dapat menjadi lebih parah yaitu timbulnya kejang - kejang. Keadaan ini disebut keracunan kehamilan atau eklamsi yang menyebabkan kematian ibu dan janin.
  1. Sakit kepala yang hebat. Sakit kepala merupakan ketidak nyamanan yang normal yang terjadi pada masa kehamilan. Namun, jika ibu hamil mengalami sakit kepala yang hebat, menetap, dan tidak hilang setelah ibu beristirahat, merupakan masalah yang serius. Terkadang dengan sakit kepala yang begitu hebat, ibu akan mengalami pengelihatan yang kabur atau berbayang. Sakit kepala yang hebat merupakan tanda dari pre eklampsia.
  1. Perubahan visual secara tiba - tiba (pandangan kabur). Perubahan ketajaman pengelihatan ibu pada masa kehamilan merupakan hal yang normal. Namun, jika perubahan pengelihatan terjadi secara tiba - tiba, hal itu akan berbahaya bagi ibu. Apalagi perubahan pengelihatan terjadi disertai sakit kepala yang hebat.
  1. Janin di dalam kandungan tidak bergerak. Gerakan janin dapat dirasakan oleh ibu untuk pertama kalinya pada usia kehamilan 4 bulan. Pada ibu primigravida (ibu yang baru pertama kali hamil), biasanya kurang dapat merasakan gerakan janin pada usia kehamilan 16 minggu. Biasanya ibu primigravida mulai tanggap adanya gerakan janin yaitu pada usia kehamilan 19 minggu. Namun, pada ibu multigravida (ibu yang pernah hamil dan melahirkan sebelumnya), biasanya akan merasakan gerakan janin pada usia 16 minggu. Mulai saat itu semakin bertambahnya usia kehamilan, biasanya gerakan janin akan semakin sering dirasakan oleh ibu. Gerakan janin akan lebih mudah dirasakan ketika ibu dalam posisi berbaring dan beristirahat, serta jika ibu makan dan minum dengan baik. Janin yang sehat akan bergerak secara teratur paling tidak 10 kali dalam waktu 12 jam. Namun, jika ibu merasakan berkurangnya gerakan janin atau sama sekali tidak merasakan adanya gerakan janin, hal ini merupakan masalah yang perlu diwaspadai.
  1. Keluar air ketuban sebelum waktunya. Biasanya ketuban akan pecah pada saat menjelang persalinan, dengan diawali kontraksi yang semakin sering dan keluarnya lendir darah dari jalan lahir. Biasanya cairan ketuban yang normal berwarna jernih kekuningan. Bila selaput ketuban pecah dan air ketuban keluar sebelum terjadinya tanda - tanda persalinan, hal ini akan berbahaya. karena ibu dan janin akan mudah terkena infeksi.
  1. Nyeri Perut (Abdomen) yang hebat. Jika ibu hamil mengalami nyeri pada perut yang hebat, menetap, dan tidak hilang setelah ibu beristirahat, maka hal ini merupakan kondisi yang berbahaya. Apalagi jika kondisi ini disertai dengan perdarahan pada jalan lahir. Nyeri abdomen yang hebat bisa mengindikasikan adanya kehamilan ektopik (kehamilan di luar kandungan), abortus (keguguran), infeksi saluran kencing, penyakit radang panggul, persalinan preterm, solutio plasenta, appendicitis (usus buntu), gastritis, serta penyakit menular seksual, dll.
  1. Perdarahan (Bleeding).
    • Pada awal kehamilan, terkadang ibu mengalami perdarahan yang sedikit (spotting) di sekitar waktu terlambat menstruasi. Perdarahan yang sedikit ini merupakan tanda adanya penempelan hasil konsepsi pada dinding rahim yang menandai adanya implantasi. Hal ini normal terjadi.
    • Pada beberapa kasus terdapat juga perdarahan ringan yang terjadi akibat serviks yang rapuh akibat erosi. Perdarahan semacam ini mungkin normal, namun bisa juga merupakan tanda terjadinya infeksi.
    • Perdarahan melalui jalan lahir pada usia kehamilan 1-2 bulan disertai nyeri perut bagian bawah yang hebat merupakan keadaan yang berbahaya. Perdarahan pada usia kehamilan sebelum 3 bulan yang tidak normal adalah perdarahan yang banyak, merah, dan disertai nyeri. Peradrahan ini dapat disebabkan oleh keguguran atau merupakan tanda akan terjadinya keguguran yang mengancam, kehamilan molahidatidosa (hamil anggur), dan kehamilan ektopik (kehamilan di luar kandungan).
    • Perdarahan melalui jalan lahir pada usia kehamilan tua (usia kehamilan 7-9 bulan) yang tidak normal yaitu berwarna merah, banyak, berulang, dan disertai nyeri merupakan tanda adanya plasenta previa (plasenta yang menutupi jalan lahir). Perdarahan pada kehamilan tua meskipun hanya sedikit, dapat membahayakan keselamatan ibu dan janin dalam kandungannya.
Baca selengkapnya »

Kue Lumpur

Rabu, 25 Mei 2011
0 komentar
Bunda, tidak perlu bingung lagi...membuat kudapan untuk si kecil. Ini ada resep kue lumpur yang cocok untuk si buah hati. Kue lumpur ini bahan - bahan dasarnya dibuat dari kentang. Dan untuk membuat kue lumpur, ternyata  tidak terlalu susah. Selamat mencoba :)

Bahan - bahan membuat kue lumpur :
  1. Kentang = 250 gr
  2. Tepung terigu = 250 gram
  3. Gula pasir = 150 gram
  4. Garam = secukupnya
  5. Vanili = secukupnya
  6. Kismis = 50 gram
  7. Santan kelapa = 1 butir kelapa / 2 gelas
  8. Mentega = 50 gram
Cara membuatnya :
  1. Kupas kentang dan cuci bersih dengan air.
  2. Rebus kentang sampai matang.
  3. Setelah kentang matang, lalu angkat, dan lumatkan hingga lembut.
  4. Kocok telur ayam dengan gula dan vanili hingga mengembang.
  5. Cairkan mentega di atas teflon panas. (mentega jangan sampai mendidih, yaitu dengan cara teflon dipanaskan diatas api, setelah teflon panas, lalu matikan api, dan masukkan mentega ke dalam teflon).
  6. Masukkan mentega cair ke dalam adonan dan aduk rata.
  7. Masukkan tepung terigu, kentang, dan santan ke dalam adonan. Lalu aduk sampai rata.
  8. Panggang adonan pada cetakan cara bikang dan taburi kismis, lalu panggang sampai matang.
  9. Sajikan kue lumpur hangat untuk keluarga anda.
Baca selengkapnya »

Guava Smoothie

0 komentar

Siang - siang panas banget hawanya. Pengennya minum yang segar - segar deh....
Akhirnya saya berjalan menuju ke dapur dan menemukan buah jambu. Jambu biji???
Hmm...bingung mau dibikin apa...???
Akhirnya saya putuskan membuat guava smoothie...sepertinya enak sih :)
Lalu saya coba membuatnya :P

Bahan membuat Guava Smoothie :
  • Jambu Biji merah,  300 gram
  • Susu kental manis, 200 ml. Susu kental manis bisa pakai berbagai merek yang anda suka.
  • Madu, 1 sendok makan
  • Es Batu, 200 gram
Cara membuat Guava Smoothie :
  1. Kupas jambu biji, lalu cuci bersih dengan air.
  2. Potong - potong jambu biji dengan ukuran kecil.
  3. Masukkan jambu biji, susu kental manis, madu, dan es batu ke dalam juicer.
  4. Saring juice, untuk memisahkan bijinya, lalu tuang ke dalam gelas, dan sajikan untuk 2 gelas.
Hmm...enaknya kalo tiap hari minum kaya gini...ternyata selain enak rasanya, vitaminnya juga bermanfaat buat tubuh kita :)


 Manfaat Buah Jambu Biji Merah (Guava) :
  1. Mengandung vitamin C yang sangat banyak.
  2. Memacu kesehatan pembuluh kapiler.
  3. Mencegah anemia gizi.
  4. Mengandung zat antioxidan dan antikanker.
  5. Mengandung potasium yang berfungsi meningkatkan keteraturan denyut jantung, mengaktifkan kontraksi otot, mengatur pengiriman zat-zat gizi lainnya ke sel-sel tubuh, mengendalikan keseimbangan cairan pada jaringan sel tubuh, serta menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi).
  6. Menurunkan kadar kolersterol darah (hiperkolesterolemia).
  7. Meningkatkan trombosit dalam darah bagi penderita demam berdarah.
  8. Mengandung serat pangan yang bermanfaat untuk mencegah berbagai penyakit degeneratif, seperti kanker usus besar (kanker kolon), divertikulosis, aterosklerosis, gangguan jantung, diabetes melitus, hipertensi, dan penyakit batu ginjal.
  9. Memperlancar peredaran darah.
  10. Mengobati infeksi.
  11. Mengobati gusi yang bengkak dan berdarah (penyakit skorbut)
  12. Mencegah tanggalnya gigi
  13. Mengobati sariawan.
  14. Melancarkan saluran pencernaan.
  15. Mencegah konstipasi.
Baca selengkapnya »
 
Diberdayakan oleh Blogger.

Total Tayangan Laman

About Me

Foto Saya
Khomsa K Maqsuroh
Saya wanita biasa yang masih sangat fakir dalam berilmu.
Lihat profil lengkapku

Follow by Email

Pengikut

Share it

Fish

© 2010 Catatan Osha Meishin Design by Dzignine
In Collaboration with Edde SandsPingLebanese Girls